Hubungan Intim Saat Hamil Part 2

Melanjutkan Postingan saya sebelumnya tentang Hubungan Intim saat kehamilan,

Mau menegaskan kembali bahwa hubungan seksual selama kehamilan pada wanita sehat, tidak menyebabkan abortus (keguguran) spontan atau kelahiran prematur. Karena itu, membatasi hubungan seksual bukan merupakan keharusan, namun pada beberapa keadaan, hubungan seksual tidak boleh dilakukan, yaitu pada keadaan ada tanda-tanda kelahiran premature, pecahnya air ketuban, letak placenta berada di rahim bagian bawah, kehamilan kembar (setelah kehamilan 28 minggu) dan apabila ada herpes atau infeksi akibat hubungan seksual yang lain.

Namun sikap hati-hati saat bersenggama, sebaiknya tetap diperhatikan pasangan pada empat bulan pertama kehamilan, karena dikhawatirkan bisa terjadi abortus spontan. Hal ini bisa terjadi,  karena Placenta sebagai pelindung kehamilan belum terbentuk sempurna, padahal selain fungsinya sebagai bantalan (pelindung) janin, placenta ini menghasilkan hormon progesteron yang dikenal sebagai hormon penguat kehamilan.

Sikap hati-hati ini, juga harus diperhatikan pleh suami-istri saat kehamilan 7 sampai 9 bulan karena dikhawatirkan adanya kontraksi rahim, dapat memicu kelahiran prematur (kelahiran saat usia kehamilan 28-37 minggu).

Keguguran bisa disebabkan karena banyak hal antara lain, infeksi kandungan, infeksi mulut rahim, atau hanya karena asupan gizi yang kurang baik. Selain itu abortus bisa terjadi karena benturan semisal jatuh atau akibat hubungan seksual. Kontraksi rahim saat hubungan seksual terjadi, bila istri mencapai orgasme, yakni otot vagina dan rahim mengalami kontraksi.  Jika kontraksinya kuat bisa menyebabkan perdarahan setelah berhubungan intim ini disebabkan karena pada saat orgasme pembuluh darah yang masuk ke dalam placenta (untuk menyalurkan Oksigen) terjepit, sehingga dikhawatirkan asupan Oksigen ke janin terhambat. Selama Kontraksi yang tidak berkepanjangan hal ini ga perlu dikhawatirkan.

Namun buat wanita yg pernah keguguran atau kesulitan anak, disarankan hati2 waktu melakukan Hubungan seksual pada hamil muda, atau dihindari sama sekali.

Seperti postingan sebelumnya, wanita dengan kehamilan lewat waktu dianjurkan  untuk melakukan hubungan seksual, karena pada saat suami mengalami ejakulasi, sperma akan berada di vagina, mematangkan dan melunakkan mulut rahim dan memacu tibulnya kontraksi, karena ada prostaglandin (hormon yg dpt memacu persalinan ).

  • Trimester 1 : Posisi On Side Lying Facing One another dan Full Legth : Woman Superior
  • Trimester 2 : Sitting Position atau Rear Entry – Side Lying
  • Trimester 3 : Stout or Pregnant Across Bed atau Knee Chest

Selamat Mencoba, dan semoga membantu!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: