puisi Blo’on

saya berkaca
melihat kamu dalam diri saya, saya dan kamu sebenarnya satu
tapi ada satu
batas teramat jelas

dan…
saya menanti Ia RUNTUH

5 Komentar

  1. chandra61 said,

    10 Maret 2008 pada 2:37 pm

    pecahkan saja kacanya biar ramai……runtuh dah?????

  2. rinierintul said,

    10 Maret 2008 pada 3:25 pm

    biar mengaduh ampe gaduh yah??…abis gtu ke pantai belok ke pasar beli ikan..hahahaha

  3. marjinal0606 said,

    17 Maret 2008 pada 12:08 am

    meski puisinya pendek tapi bagus juga. aku suka, suka sekali …. (ceritanya ada pengalaman yang hampir sama, pernah terhempas sama bidan juga …. he…. he …. he …)

  4. rinierintul said,

    17 Maret 2008 pada 8:09 am

    @marjinal0606 : thanks,, tp pernah gtu juga??? hehehe…kok kebetulan?

  5. marjinal0606 said,

    19 Maret 2008 pada 11:51 pm

    realita life bro. dan ketika terhempas sampai “berdarah-darah” makanya ketika baca puisi itu aku menunggu IA RUNTUH (sori terbuka amat yah)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: