saya’pun kembali kerumah…

bahagianya saya!… bisa kembali kerumah,

yang sempit dan sederhana

tanpa embel-embel apapun

hanya untuk menyalurkan bakat ceriwish saya yang kadang berguna bagi para ibu hamil maupun ibu yang mau melahirkan.. hihihihi.. atau sekadar inspirator aja…

walau kemarin pernah mengontrak di rumah mewah bernama rinie.info

karena satu dan lain hal.. akhirnya saya kembali ke rumah mungil saya,

walau mungil tapi cantik, walau ga secantik orangnya

hanya belajar untuk jadi lebih baik dari kemarin

sadar bahwa apapun, dapat membuat orang lain sakit hati

jadi,,, sekarang saya mulai menata diri

menjadi lebih baik, dan lebih semangat!!!!! Horeeeeeeeeeee…

semoga rumah saya bisa membawa kebahagiaan yah?? mari mampir kembali

Si Buyung atau si Upik?? (Yukk,belajar menentukan Jenis Kelamin anak sendiri)

Si buyung atau si upik?? maksudnya?…..

yahh, dijaman serba modern ini, disaat ilmu pengetahuan bertambah luas, makin ada-ada aja penemuan2 dari manusia. Salah satunya adalah Tips dari IBG Manuaba tentang Upaya Menentukan jenis kelamin pada Bayi….. huhuhuhu…….. tertarik?? ayoo kita mulai..

Sebelum kita mulai point gimana sih caranya bikin anak laki-laki dan anak perempuan???  Sebagai wanita kita harus tau dulu, kapan sih sebenernya masa subur kita. Sebaiknya para wanita, memperhatikan siklus haid mereka, karena hal kecil tersebut  dapat memberi informasi banyak. Misalnya, untuk mengetahui masa subur wanita tersebut, untuk menghitung usia kehamilan pada Ibu2 hamil, untuk menentukan taksiran persalinan, sampai melihat apakah organ reproduksi kita baik atau tidak.

Pada umumnya, terdapat 2 siklus haid pada wanita yaiu :

  • Siklus 28 hari
  • Siklus 35 hari

dimana, pada masing2 siklus masa suburnya tidak sama. Trus gimana sih caranya, menghitung masa subur kita???

Nich saya kasi rumusnya : (kita hitung dari Hari pertama Haid Terakhir kita/HPHT)

Jadi, HPHT + 12 = Permulaan masa subur dan masa subur itu akan berlangsung sampai HPHT + 12 + 7. So, kalo misal HPHT anda tgl 5, jadi masa subur anda berlangsung mulai tgl 17 sampai dengan tgl 24… begitu teori dari Mister Manuaba..

Spermatozoa terdiri dari kromosom X dan Y. Dimana kalo sprematozoa Y bertemu dengan sel telur atau ovum X maka akan jadi anak laki-laki, dan bila spermatozoa X bertemu dengan ovum Y, jadilah anak  perempuan.

UNtuk upaya menentukan jenis kelamin anak menurut IBG Manuaba, ada beberapa TIPS :

Agar Jenis Kelamin Anak kita Laki-Laki :

  • Pada saat masa pra-konsepsi, atau persiapan sebelum si wanita hamil, para suami sebaiknya makan makanan yang berprotein hewani dalam kadar tinggi, misalnya lebih sering makan daging.
  • Hubungan seksual, dilakukan pada hari ke 13-14 dari haid terakhir.
  • saat orgasme, penis dimasukan sedalam-dalamnya pada liang vagina. Kenapa begitu? ini disebabkan keadaan liang vagina yang dalam bersifat basa, spermatozoa Y tahan terhadap basa, sedangkan spermatozoa X tidak tahan terhadap basa, sehingga yang terjadi spermatozoa X akan banyak yang mati… dan itu berarti spermatozoa Y lebih mempunyai banyak kesempatan untuk bertemu ovum.
  • Untuk sang istri sebaiknya orgasme lebih awal

Agar Jenis Kelamin anak Kita Perempuan :

  •  Pada masa pra-konsepsi, suami lebih banyak makan sayur-sayuran
  • Hubungan seksual dilakukan saat masa subur.
  • Pada saat orgasme, penis ditarik sampai setengah liang vagina. Alasannya karena daerah tersebut lebih bersifat asam dan Spermatozoa X tahan terhadap asam, kebalikannya spermatozoa Y tidak tahan, dan akan mati.
  • Masalah kapan wanita orgasme, tidak begitu dipentingkan.

(sebenernya masih ada untuk pencucian vagina juga biar  vagina dalam keadaan basa atau asam sesuai keinginan, tapi saya kurang setuju dengan hal itu, jadi saya hanya cantumkan yang diatas saja yah?)

Begitulah TIPS untuk menentukan jenis kelamin anak… tapi sekali lagi, segala sesuatu yang menentukan adalah Sang Pencipta, jadi manusia hanya berencana, berusaha dan berdoa. Laki-laki atau perempuan, menurut saya sama aja.. yang penting sehat!! hehehehehe….

Selamat Mencoba

Masterclass Menambah Kemampuan Bermusik

Master class?? apaan sih itu… Master class tidak ubahnya dengan pengajaran musik pada umumnya, tetapi biasanya mengundang tokoh yang ahli dalam bidangnya yang berasal dari negara atau daerah lain untuk tujuan tertentu. Master class lebih banyak berlangsung di kelas-kelas musik piano, kadang-kadang biola atau gitar.

Pengetahuan yang digali para peserta Master class dapat berupa performance, tekhnik permainan atau musik itu sendiri yang secara umum tidak ternilai harganya. Mengikuti Master class sangat menambah kemampuan dalam bermusik, kenapa begitu? Karena pengajaran dalam Master Class itu pada umumnya disampaikan oleh seseorang pakar dan sangat berkompeten di bidangnya dan kebanyakan sangat disegani. Itu artinya sang Master memang sangat luar biasa, sehingga Ia mampu menjadi seorang master dalam bidang yang digelutinya.

Sisi positif yang dapat diambil dari mengikuti Master Class diantaranya mampu menggugah kesadaran seseorang untuk lebih tertarik lagi dalam mempelajari apa yang di gelutinya selama ini dengan lebih serius. Meski dalam kesempatan Master Class, Ia hanya mendengar permainan atau pengajaran dari sang Master dari tempat duduknya. Tapi karena yang memberi pengajaran adalah seorang Master, pastilah para peserta dapat terbius dalam alunan permainan Master tersebut, sehingga secara tidak sadar tumbuh di hati para peserta untuk dapat bermain sebaik permainan sang Master tersebut.

Selain itu karena dalam Master Class, peserta di beri waktu untuk mempertunjukkan kemampuan bermusiknya di hadapan sang Master ataupun audience lainnya dalam suatu komposisi, sehingga Peserta langsung mendapatkan masukan-masukan berarti, ide-ide baru apapun bentuknya  agar dapat makin mengembangkan tekhnik maupun perasaan peserta dalam setiap performancenya. Selain itu, mungkin saja peserta akan memainkan komposisi bersama sang Master. Disini  sang master bermaksud untuk menggali sejauh mana kerjasama melalui pandangan-pandangan dan pendapatnya.

Kita mungkin tidak selalu sepaham dengan opini, gagasan atau ide dari sang Master, tapi setidaknya itu semua tidak akan pernah merugikan kita.

Tips Sebelum mengikuti Master Class agar pengajaranSang Master lebih mudah dipahami Peserta:

  • Mempelajari terminology musik.
  • Menggali Latar Belakang Sang Master, sehingga mengerti latar belakang musik dari sang Master.
  • Pemikiran- pemikiran Sang Composer, serta pengalaman Master dalam dunia Musik.

Seberapa banyak seseorang mengikuti masterclass, dan dengan siapa saja dia mengikuti masterclass, telah menjadi bagian dari gengsi tersendiri bagi yang bersangkutan.

Jadi, tertarik untuk mengikuti master class??