tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yg lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
By. Sapardi Joko Damono
rinierintul berkata,
10 Maret 2008 pada 3:54 pm
wuuuuaaaaahh……….. indahnyaaa
nanuy berkata,
11 Maret 2008 pada 3:44 am
sekarang kan masih bulan maret mi…
trus Sapardi itu sapa mi ? tetangganya mimi ?
trus itu lagu apa puisi sih mi ?
trus ….
trus pi jd kangen ama mimi nih..huks
rinierintul berkata,
11 Maret 2008 pada 6:13 am
I miss u much pipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiyy
hanggadamai berkata,
11 Maret 2008 pada 11:35 am
kok empunya blog komen postingannya sendiri ya
aneomen berkata,
14 Maret 2008 pada 9:23 am
tiada yang lebih banyak dari hujan dibulan juni ini…
rumah saya kamu juga dia hampir tak tampak atapnya
hehehhe
nk3s berkata,
15 Maret 2008 pada 4:20 pm
Salam hormat Buat Pak Sapardi Joko D,
Saya ILYAS AFSOH
Hujan selalu mesra
Hujan selalu mesra, tidak peduli hujan itu di bulan apa.
Hujan selalu mesra di bulan apapun
Hujan selalu mesra
apabila hujan turun, aku melihatmu menari di hamparan mega putih
hujan selalu mesra, semesra rasa rinduku buat kawan lama
semesra ingatanku akan Vivin karyawan PT Yamaha Elektro
seindah dawai hati buat eis Indrawati yang ku sebut sebagai bidadari kecil
sesahdu kenangan buat Sanah di Madura
titiknya jatuh ke tanah
aaah,
Hujan yang mesra
Aku kangen pada kawan-kawan lamaku
ILYAS AFSOH / MARKETER LBB BCC SURABAYA 031 7522 189 / ilyasnafsoh@gmail.com / 031 605 608 60 / ilyasafsoh.wordpress.com