saya berkaca
melihat kamu dalam diri saya, saya dan kamu sebenarnya satu
tapi ada satu
batas teramat jelas
dan…
saya menanti Ia RUNTUH
7 Maret 2008 pada 12:39 pm (kata hati saya)
Tags: kata hati
saya berkaca
melihat kamu dalam diri saya, saya dan kamu sebenarnya satu
tapi ada satu
batas teramat jelas
dan…
saya menanti Ia RUNTUH
chandra61 berkata,
10 Maret 2008 pada 2:37 pm
pecahkan saja kacanya biar ramai……runtuh dah?????
rinierintul berkata,
10 Maret 2008 pada 3:25 pm
biar mengaduh ampe gaduh yah??…abis gtu ke pantai belok ke pasar beli ikan..hahahaha
marjinal0606 berkata,
17 Maret 2008 pada 12:08 am
meski puisinya pendek tapi bagus juga. aku suka, suka sekali …. (ceritanya ada pengalaman yang hampir sama, pernah terhempas sama bidan juga …. he…. he …. he …)
rinierintul berkata,
17 Maret 2008 pada 8:09 am
@marjinal0606 : thanks,, tp pernah gtu juga??? hehehe…kok kebetulan?
marjinal0606 berkata,
19 Maret 2008 pada 11:51 pm
realita life bro. dan ketika terhempas sampai “berdarah-darah” makanya ketika baca puisi itu aku menunggu IA RUNTUH (sori terbuka amat yah)